Senin, 26 Desember 2011

Refleksi Kelompok 7 dan 8

Hari ini adalah presentasi kelompok 7 dan kelompok 8 berjalan dengan sangat menegangkan karena disini dosen kita Pak Husamah S.Pd berbicara tentang nilai akhir tapi tidak membuat semangat saya meredup untuk menulis refleksi untuk hari ini .. (ayeeeee :D SEDIKIT LEBAY).. Lanjut ..

kelompok 7 yang berjudul “ VEGETASI“

Saya menyimpulkan dari hasil diskusi kelompok 7 :
Zona-zona pada hujan tropis yaitu : zona hutan hujan bawah ,zona hutan hujan tengah ,zona hutan hujan atas. Ciri khas di sini ekoton lebih banyak populasi,2 komunitas ada 2 ekoton dan spesises x berbeda. Ciri khas x ada anggrek warna merah 1 dan tempat satunya warna hijau berinterksi dan mendapatkan warna yang agak mirip dengan warna hijau dan merahyang dominan (persilangan).  Hutan borel  tidak ada  selain di 4 musim, karena spesikasi khusus dengan komunitasnya. Dan ada di daerah lintang tertentu. Contoh tumbuhan daun berjarum dan pohon koniver ( pinus merkusy).
Kesimpulan Makalah: Komunitas adalah kumpulan organisme hidup yang saling berhubungan baik antara mereka maupun lingkungannya. Di dalam kehidupan bersama antara spesies terjadi bermacam-macam interaksi seperti: mutualisme, eksploitasi, parasit, komensalisme, dan kompetisi. Yang dimaksud dengan struktur komunitas adalah bentuk dari komunitas dilihat dari stratifikasinya. Ecotone adalah suatu zona (daerah) peralihan (transisi) atau pertemuan antara dua komunitas yang berbeda dan menunjukkan sifat yang khas.  Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Vegetasi Hutan adalah Iklim, Keadaan Tanah, Tinggi Rendah Permukaan Bumi dan Makhluk Hidup (Biotik). Studi struktur dan klasifikasi komunitas tumbuhan (vegetasi) disebut juga fitososiologi analisis vegetasinya disebut analisis vegetasi yang dapat secara kualitatif dan kuantitatif.

kelompok 8 yang berjudul “ VEGETASI  ( Metode) “

Saya Menyimpulkan dari diskusi kelompok 8 :
kekurangan dan kelebihan  dari metode analisis vegetasi adalah
Kekurangan : dalam mengelolah rumus-rumus yang ada.
 Kelebihan : dengan metode ini kita bisa mengetahui jumlah spesies karena biar kita mengetahui jumlah spesies yang beragam.
Dalam beberapa metode yaitu metode kuadrat, garis, titik, dan kuarter yang paling mudah di gunakan adalah metode titik dan prosedur juga mudah dan singkat membuat 10 titik 10 cm dari tali raffia menyebarkan tali ravia pada titik. Melakukan 10 kali pengamatan, perhitungan dan mencari nilai penting di perhitungan, Alat dan prosedur mudah. Rumusnya dalam mengunakan kerapatan dominansi dan frekuensi dan utuk mengetahui populasi (sampel).
Menurut Pendapat Saya metode yang paling mudah menggunakan metode kuadran karena dalam metode ini mudah di kerjakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya.
Kesimpulan Hasil Diskusi Kekurangan dan kelebihan  dari metode analisis vegetasi Kekurangan : dalam mengelolah rumus-rumus yang ada.  Kelebihan : dengan metode ini kita bisa mengetahui jumlah spesies karena biar kita mengetahui jumlah spesies yang beragam. Metode yang paling mudah menggunakan metode kuadran karena dalam metode ini mudah di kerjakan dan tidak membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya.
Kesimpulan Makalah              :
  1.  Vegetasi di definisikan sebagai mosaik komunitas tumbuhan dalam lansekap dan vegetasi alami diartikan sebagai vegetasi yang terdapat dalam lansekep yang belum dipengaruhi oleh manusia (Kuchler, 1967).
  2. Berdasarkan tujuan hipotesis kuantitatif komunitas vegetasi dikelompokkan ke dalam 3 kategori yaitu (1) hipotesis komposisi vegetasi dalam suatu areal dengan batas-batas jenis dan membandingkan dengan areal lain atau areal yang sama namun waktu pengamatan berbeda; (2) hipotesis tentang keragaman jenis dalam suatu areal; dan (3) melakukan korelasi antara perbedaan vegetasi dengan faktor lingkungan tertentu atau beberapa faktor lingkungan (Greig & Smith, 1983).
  3. Ada beberapa metode analisis vegetasi yaitu metode destruktif, metode nondestruktif, metode floristik, dan metode nonfloristik.
  4.   Teknik pencuplikan dalam vegetasi ada beberapa cara yaitu; Kuadrat, Garis, Titik Kuarter, dan Teknik Ordinasi.
  5. Ada beberapa metode pemetaan vegetasi secara sederhana yaitu; Pemetaan Komunitas Tumbuhan Dari Satu Titik Konstan, dan Pemetaan Daerah Dengan Mencari Jarak Dan Sudut.



Sabtu, 17 Desember 2011

Refleksi Kelompok 5 dan 6


Pada Pertemuan Kuliyah Ekologi tumbuhan tanggal 15 Desember 2011 sebagai pengganti kuliyah rutin yaitu tanggal 12 Desember 2011. Pembelajaran berjalan dengan agak membingungkan karena sebagian mahasiswa sibuk mendokumentasikan pembelajaran dikelas. Akan tetapi bukan suatu alasan untuk saya mereview ulang presentasi kelompok 5 dan kelompok 6 .

Kelompok 5 Lingkungan biotik dan abiotik
Tanah ialah lapisan permukaan bumi yang berfungsi sebagai tempat tumbuh berbagai akar tumbuhan dimana akarnya digunakan untuk mensuplai air dan udara.
Tanah ter susun atas 4 bahan utama yaitu :
1. Bahan mineral
2. Udara 
3. Bahan organik
4. Air 
Organisme dalam tanah
Aktivitas mikroorganisme dalam tanah ditentukam ada tidaknya senyawa anorganik. Aktivitas mikroorganisme dipengaruhi oleh sifat sifat yang dimiliki tanah baik itu sifat kimia, sifat fisika, ataupun biologi.
Profil tanah adalah kumpulan berbagai macam lapisan tanah,sedangkan horizon adalah lapisan – lapisan yang menyusun tanah.
Topografi adalah studi tentang bentuk permukaan, vegetasi dan pengaruh manusia terhadap lingkungan. Misalnya, pengaruh kemiringan terhadap tanah. Tekstur tanah dan tipe batuan yang terkandung dalam tanah menghasilkan topografi yang berbeda.
Lapisan tanah terdiri dari lapisan paling atas yang dinamakan o horizon, A horizon, B horizon, C horizon dan batuan dasar (red bedrock)
Faktor lingkungan biotik dan abiotik
Faktor biotik : faktor hidup yang meliputi semua makhluk hidup
Faktor abiotik : faktor yang terdiri dari benda tak hidup.
Bentuk – bentuk Interaksi
Manusia dengan tumbuhan, manusia secara tidak langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Karena manusia juga terlibat dalam penjagaan dan perlindungan terhadap tumbuhan.
Manusia dengan hewan, misalnya serangga yang membantu tumbuhan dalam penyebaran flora atau tumbuhan yaitu melalui proses penyerbukan.
Tumbuhan dalam komunitas, misalnya tumbuhan yang memiliki zat alelopati maka secara otomatis akan mengganggu tumbuhan lain yang ada dalam suatu komunitas tersebut.

Pertanyaan pertama : Apa hubungan bakteri,mikroorganisme dalam tanah?
Jawaban dari kelompok 5 : Fungsi mikroorganisme terhadap tumbuhan,dapat menyuburkan tanah nitrobacter dan rhizobium, hubunganya terhadap tumbuhan tanaman pada slid kelompok 5 hanya menunjukkan kedalam tanah, berkait dengan sifat kimia dalam tanah.
Jawaban dari dosen : Berhubungan karena bakteri semakin dalam tidak akan subur tanaman, karena makin dalam airnya semakin tidak ada, namaun jika kedalamannya biasa itu mempercepat karena banyaknya mikroorganisme membantu dalam kesuburan tanah sehingga tanaman menjadi subur.
Pendapat saya : Hubungannya bakteri (mikroorganisme) dalam tanah saling berkesinambungan karena tanah juga adalah tapak utama terjadinya berbagai bentuk zat didalam daur makanan dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, dan secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan. Dan tanah dapat subur akibat adanya mikroorganisme.

Pertanyaan kedua : Jelaskan yang di maksud tanah riil dan zona-zona tersebut?
Jawaban dari kelompok 5 : Merupakan lapisan tanah, Jadi akar menembus zona E horizon karena tergantung struktur tanahnya, unsur hara serta kesedian airnya.
Jawaban dari dosen : Horizon O ( Pada tumbuhan yang serasa dan yang lapuk ) dan horizon ini paling subur dan dapat di tembus mikroorganisme serta penyerapan air yang tinggi. Pada horizon A1 sampai A3 struktr yang berbeda pada horizon C transisi.
Pendapat saya : Saya setuju dengan pendapat dosen karena pada horizon O merupakan horizon yang paling atas sehingga sangat mempunyai fungsi yang banyak bagi tanaman (tumbuhan).

Pertanyaan ketiga : Interaksi tumbuhan dalam komunitas, dan jelaskan?
Jawaban dari kelompok 5 : Komunitas seperti nikroorganisme lahir,tumbuh,berkembag menjadi dewasa bereproduksi dan akan mati perkembangannya. Bentuk interaksi setelah mati ada bagian dari tanaman tersebut akan di manfaatkan tanaman yang lain contohnya: proses hidup dan interaksi saat tumbuhan sudah mati,
Tambahan jawaban : Tumbuhan dalam komunitas intraksi contohnya: alelopati tumbuhan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan sehingga tumbuhan lain tidak akan mampu tumbuh di sekitarnya.
Jawaban dari dosen : Tumbuhan yang rontok juga mempunyai interaksi, interaksi berhubungan dengan factor pembatas, tumbuhan yang tumbang yang merusak tumbuhan lain juga termasuk interaksi.
Pendapat saya : Saya setuju dengan tambahan jawaban serta setuju juga dengan pendapat dosen karena interaksi itu merupakan hubungan yang di lakukan antara makhluk hidup yang berbeda jenis,ukuran dan fungsi akan tetapi interaksi tetap terjadi.

Kesimpulan Hasil diskusi : Hubungannya bakteri (mikroorganisme) dalam tanah saling berkesinambungan dengan semakin dalam tidak akan subur tanaman, karena makin dalam airnya semakin tidak ada, namaun jika kedalamannya biasa itu mempercepat karena banyaknya mikroorganisme membantu dalam kesuburan tanah sehingga tanaman menjadi subur. Adapun profil tanah yaitu Horizon O ( Pada tumbuhan yang serasa dan yang lapuk ) dan horizon ini paling subur dan dapat di tembus mikroorganisme serta penyerapan air yang tinggi. Pada horizon A1 sampai A3 struktr yang berbeda pada horizon C transisi. Adapun interaksi dalam komunitas karena interaksi itu merupakan hubungan yang di lakukan antara makhluk hidup yang berbeda jenis,ukuran dan fungsi akan tetapi interaksi tetap terjadi.


Kelompok 6 Populasi
Populasi : kumpulan individu sejenis yang hidup pada suatu daerah dan waktu tertentu. Contoh populasi dari komunitas sungai dapat berupa populasi rumput, populasi ikan.
Karakteristik populasi
a. Kepadatan : besarnya populasi dalam suatu daerah
b. Natalitas : produksi individu baru dalam suatu populasi melalui kelahiran
c. Mortalitas : jumlah individu yang mati dalam suatu populasi pada waktu tertentu
d. Distribusi dibagi menjadi :
Distribusi umur
Distribusi spesies
Distribusi populasi
Pertumbuhan dibagi menjadi :
Pertumbuhan eksponensial
Pertumbuhan sigmoid
Fluktuasi populasi
Interaksi antar organisme :
a. Netral
b. Predasi
c. Parasitisme
d. Komensalisme
e. Mutiualisme
f. Interaksi antara komponen biotik dan abiotik
Kompetisi : interaksi antar populasi yang apabila membutuhkan sesuatu yang sama maka diantara keduanya akan terjadi persaingan. Misalnya : populasi kambing dan populasi badak yang ada di dalam hutan.
Penyebaran populasi jenis endemik :
a. a. Acak
b. b. Merata
c. c. Kelompok

Endemik adalah gejala yang dialami oleh organisme untuk menjadi unik.
Factor yang mempengaruhi penyebaran endemik antara lain adalah suhu

Pertayaan pertama : Contoh faktor pembatas pertumbuhan eksponensial?
Jawaban kelompok 6 :Faktor pembatas berupa ketersediaan makanan, keadaan lingkungan,persaingan antar spesies.
Menurut saya : Saya setuju dengan jawaban kelompok 6 karena contoh dari factor pembatas berupa ketersediaan makanan, keadaan lingkungan serta persaingan antar spesies.

Pertanyaan Kedua : Distribusi spasial contohnya?
Jawaban kelompok 6 : Laju kematian meningkat sehingga teradi kepadatan populasi. Jika laju kematian meningkat, laju kelahiran juga meningkat karena ada persaingan antar spesies. Misalnya ikan.
Menurut saya : Saya Setuju dengan pendapat kelompok 6 alangkah sempurnya jawaban dari kelompok 6 jiak di tambah dengan saat kepadatan populasi meningkat, kompetisi diantara anggota populasi dan kelangkaan sumberdaya menyebabkan laju kematian meningkat, laju kelahiran menurun atau keduanya Jika kepadatan populasi turun pada level terendah dan kemelimpahan sumberdaya kembali meningkat maka kepadatan populasi kembali meningkat dengan penurunan laju kematian dan peningkatan laju kelahiran atau kombinasi keduanya.

Pertanyaan Ketiga : Haching dan germinasi adalah?
Jawaban kelompok 6 : Haching merupakan pembatas dan germinasi ialah perkecambahan
Menurut saya : Saya setuju dengan jawaban kelompok 6
Pertanyaan keempat : Inti dari spesies taksonomi?
Jawaban kelompok 6 : Manusia sebagai kelompok mamalia tetapi apabila dalam kelompok mamalia tersebut terdapat perbedaan seperti perbedaan tingkah laku maka bisa saja mamalia tersebut tergolong lain spesies.
Menurut saya : Saya setuju dengan kelompok 6 tapi sebaiknya di tambhah (Menurut de Queiroz (2005), timbulnya beranekaragam konsep species disebabkan oleh dua hal. Alasan pertama yakni perbedaan pemahaman tentang spesiasi yang memicu proses munculnya suatu spesies baru. Berbagai macam konsep species yang ada telah menimbulkan interpretasi yang salah mengenai arti species dan spesiasi. Alasan kedua yakni spesies merupakan hasil dari proses evolusi yang terus berjalan. Maksud dari alasan ini yakni konsep spesies yang dibuat oleh para ahli didasarkan pada proses spesiasi yang masih berjalan akan berbeda dengan konsep spesies yang dibuat ketika spesiesi itu sudah benar-benar selesai).
Kesimpulan hasil diskusi : Faktor pembatas berupa ketersediaan makanan, keadaan lingkungan,persaingan antar spesies. Haching merupakan pembatas dan germinasi perkecambahan. Spesies taksonomi timbulnya Manusia sebagai kelompok mamalia tetapi apabila dalam kelompok mamalia tersebut terdapat perbedaan seperti perbedaan tingkah laku maka bisa saja mamalia tersebut tergolong lain spesies beranekaragam konsep species disebabkan oleh dua hal. Alasan pertama yakni perbedaan pemahaman tentang spesiasi yang memicu proses munculnya suatu spesies baru. Alasan kedua yakni spesies merupakan hasil dari proses evolusi yang terus berjalan. Maksud dari alasan ini yakni konsep spesies yang dibuat oleh para ahli didasarkan pada proses spesiasi yang masih berjalan akan berbeda dengan konsep spesies yang dibuat ketika spesiesi itu sudah benar-benar selesai.

Sabtu, 10 Desember 2011

Refleksi kelompok 3 dan 4


            Tanggal 5 bulan  Desember tahun 2011, dikuliyahnya Bapak Husamah S.Pd yaitu Ekologi Tumbuhan. Kuliyah Dilaksanakan telat dari jam masuk 30 menit dan ini membuat pak husamah marah kepada kita, Dan saya rasa kita memang salah, saya dan kelas biologi 3 A meminta maaf atas kesalahan dalam minggu kemaren pak. Maaf kesalahan ini murni tidak kami sengaja karena kita sudah mencoba menanggulangi kesalahan ini dengan masuk lebih awal pada jam kuliyah sebelumnya pak. Kami benar benar minta maaf . untuk meringkas waktu mari kita masuk pada diskusi kelompok 3 dan 4 :
Kelompok 3
Cahaya dan Suhu
Dari Presentasi kelompok 3 dengan judul “Cahaya dan Suhu” didapatkan pertanyaan yaitu :
PERTANYAAN : Apakah tumbuhan yang telah menggurkan semua daunnya itu masih mampu
untuk mengalami fase perkambangan ?
JAWABAN:Tumbuhan yang telah menggugurkan daunnya itu tidak dapat melakuka tahap perkembanagn karena dalam tahap tersebuut harus melakukan proses fotosintesis  untuk meghasilkan makanan yang akan digunakan untuk melakukan fase perkembangan. 
Berdasarkan Jawaban dari pertanyaan ini didapatkan kesimpulan  bahwa tumbuhan mampu melakukan adaptasi secara fisiologis, seperti halnya yang terdapat pada makalah kelompok 3  yang dijelaskan dalam presentase ini dan suhu ternyata memiliki pengaruh terhadap karakteristik muka bumi ini yakni terhadap komposisi dan warna tanah, kegemburan dan kadar air tanah, kemiringan lereng dan garis lintang serta iklim mikro perkotaan. Selain itu suhu juga dibutuhkan oleh tumbuhan organisme poikilotermik dan steinotermik dalam pertumbuhan, produktivitas, thermopendisme (tanggapan makhluk hidup terhadap perubahan berkala suhhu lingkungan.

Kelompok  4

Dari presentasi kelompok 4 dengan judul “Lingkungan Biotik dan Abiotik”  ini terdapat sebuah pertanyaan yaitu :

PERTNYAAAN : Bagaimana  pengaruh efek rumah kaca terhadap lapisan atmosfer bumi ?
JAWABAN: Efek rumah kaca akan mengakibatkan lapisan atmosfer bumi menjadi menipis seperti yang diketaui bahwa efek rumah kaca terjadi karena CO2 dan gas lainnya  yang ada di atmosfer bumi mengalami peningkatan konsentrasi yang diakibatkan oleh pembakaran bahan-bahan organic, bahan bakar minyak, dan lainnya yang  mengandung karbon melampaui batas sehingga tumbuhan tidak mampu mennyerap CO2 tersebut. Akibatnya terjadi suhu ayng panas di bumi dimana ini terjadi karena atmosfernya telah menipis. .Dapat Disimpulkan bahwa Lingkungan Biotik adalah lingkungan makhluk yang hidup, seperti tumbuhan, sedangkan Lingkungan Abiotik yaitu lingkungan tak hidup seperti air, suhu, atmosfer, tanah, dan air.


Sekian Hasil Refleksi Diri dari saya “iid zheoust” maaf jika informasinya kurang, hal ini dikarenakan saya hanya seorang manusia biasa dan mohon keritikannya untuk refleksi diri untuk kedepannya. terimakasih

Minggu, 27 November 2011

Benalu


KLASIFIKASI ILMIAH
Benalu (Loranthus)
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Sub Classis : Rosidae
Ordo : Santalales
Familia : Loranthaceae
Genus : Loranthus
Species : Loranthus sp


Benalu (loranthus) merupakan jenis tumbuhan yang hidupnya tidak memerlukan media tanah. Ia hidup sebagai parasit (parasiet=Belanda), menempel pada dahan-dahan pohon kayu lain dan mengisap mineral yang larut dalm pohon kayu yang ditempelinya dapat mati. Bunga benalu berkelamin tunggal biji buahnya mengandung getah.Pengembangbiakannya melalui binatang atau burung yang memakan biji buah benalu tersebut. Proses pengembangbiakannya sangat sederhana: biji benalu yang bergetah itu dimakan binatang atau burung. Kemudian biji benalu tersebut melekat di dahan dahan kayu bersama dengan kotoran burung yang memakannya, dan tumbuh di dahan itu.
Nama Lokal :
Benalu (Indonesia), Kemladean (Jawa), Pasilan;  
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Tumor, Kanker, Amandel, Campak;  

Pemanfaatan
1. Tumor dan kangker
-Bahan 1-2 batang benalu yang menempel pada 1 pohon teh, 1 batang rumput alang-alang, adas palawaras secukupnya,
-Cara membuat : Semua bahan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring.
-Cara menggunakan : Diminum 1 kali sehari  ½ gelas.
   
2. Amandel 
-Bahan: 1 batang benalu yang menempel pada 1 pohon jeruk nipis, adas palawaras secukupnya.  
-Cara Membuat: kedua bahan direbus dengan 3 gelas air  sampai mendidih, kemudian 
disaring.
-Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari  ½ gelas.


3. Campak
-Bahan: 1-2 batang benalu adas pulasari secukupnya. 
-Cara Membuat: kedua bahan tersebut ditumbuk bersama sampai halus. 
-Cara menggunakan: digunakan sebagai bedak bagi yang kena campak.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Benalu yang menempel pada tumbuhan tertentu, misalnya the (camellia Sinensis dari familia tumbuhan theaceae) berdasarkan pengalaman dapat digunakan sebagai obat anti kanker. Sedang benalu yang menempel pada pohon jeruk nipis (citrus aurantifolia dari familia tumbuhan rutaceae) dapat digunakan sebagai ramuan obat untuk penyakit amandel dan jenis benalu umum dapat dimanfaatkan sebagai obat campak. Kajian secara ilmiah belum dilakukan.




SUMBER :

Minggu, 09 Oktober 2011

Charles Elton Sutherland

Charles Elton Sutherland adalah ahli biologi Inggris dan naturalis yang mendirikan prinsip-prinsip ekologi hewan modern. Studi hewan di lingkungan alam mereka membantu dia mengembangkan konsep rantai makanan, suksesi organisme, masing-masing tergantung pada berikutnya untuk makanan, dan niche ekologi, di mana setiap spesies menempati posisi yang unik dalam komunitas ekologi.Lahir di Manchester, Inggris, Elton dibesarkan di Liverpool. Kakaknya Geoffrey mengajarinya untuk menghargai alam melalui dekat, observasi hati-hati, inspirasi Elton untuk mempelajari biologi dan zoologi di Liverpool College dan kemudian di Universitas Oxford. Sementara belajar di Oxford, ia memiliki perbedaan yang menyertainya mentornya, biologi Inggris dan penulis Julian Huxley, pada empat ekspedisi ke Kutub Utara zoologi. Setelah lulus dari Oxford pada 1922 dengan gelar sarjana dalam ilmu alam, Elton terus belajar ekologi, fokus pada fluktuasi dalam ukuran populasi hewan. Dari tahun 1929 sampai 1945 dia memegang posisi penuh waktu penelitian di Universitas Oxford.Untuk mendapatkan wawasan tentang sejarah populasi hewan, Elton memeriksa catatan pemerangkap bulu dari Teluk Hudson Company, sebuah perusahaan Inggris yang dioperasikan monopoli bulu awal perdagangan di Kanada 1670-1859. Informasi diperoleh dari catatan-catatan sejarah tentang bulu-bantalan hewan memungkinkan dia untuk melacak fluktuasi populasi kembali lynx Kanada untuk 1736. Studi dari catatan-catatan arsip, ditambah dengan pengalamannya di Kutub Utara, dipimpin dia menulis Ekologi Hewan (1927) dan Ekologi Hewan dan Evolusi (1930). 
Kedua buku membantu membangun ekologi hewan sebagai sebuah disiplin baru dan berbeda. Pada tahun 1932 Elton mendirikan Jurnal Ekologi Hewan. Tahun yang sama ia mendirikan Biro Populasi Hewan, pusat penelitian pertama untuk studi populasi hewan dan ekologi, yang dengan cepat menjadi pusat riset kelas dunia sampai kematiannya pada awal 1960-an.Pada tahun 1953 Elton diakui sebagai Fellow oleh Royal Society of London. Kehormatan seumur hidup lain termasuk pemilihan American Academy of Arts dan Sciences, Medali Emas dari Linnean Society, dan Royal Society Medal Darwin. Elton juga penulis voles, Tikus, dan Lemmings (1942), Pengendalian Tikus dan Mencit dari (1954), The Ecology of Invasi Hewan dan Tanaman (1958), dan Pola Masyarakat Hewan (1966).

Sabtu, 01 Oktober 2011

PERANAN EKOLOGIS DAN SOSIAL EKONOMIS HUTAN MANGROVE DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH PESISIR1

http://www.dephut.go.id/files/Chairil_Hendra.pdf

REVIEW
Menurut saya Penelitian yang dicetuskan oleh Chairil Anwar dan Hendra Gunawan termasuk dalam kategori sinekologi karena didalamnya terdapat Ekosistem hutan mangrove didaerah pesisir dan pengertian sinekologi itu sendiri adalah ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu.

Dari ringkasan hasil penelitian Ekosistem hutan mangrove memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial yang penting dalam pembangunan, khususnya di wilayah pesisir. Meskipun demikian, kondisi hutan mangrove di Indonesia terus mengalami kerusakan dan pengurangan luas dengan kecepatan kerusakan mencapai 530.000 ha/tahun. Sementara laju penambahan luas areal rehabilitasi mangrove yang dapat terealisasi masih jauh lebih lambat dibandingkan dengan laju kerusakannyayaitu hanya sekitar 1.973 ha/tahun. Demikian juga kondisi hutan mangrove di Sumatera Barat hanya 4,7% yang baik, sementara 95,3% dalam keadaan rusak. Oleh karena itu, perlu dilakukan berbagai upaya untuk memulihkan kembali hutan mangrove yang rusak agar dapat kembali memberikan fungsinya bagi kesejahteraan manusia dan mendukung pembangunan wilayah pesisir. Peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang arti penting keberadaan mangrove dalam mendukung kehidupan perekonomian masyarakat pesisir perlu terus digalakkan. Pengikutsertaan masyarakat dalam
upaya rehabilitasi dan pengelolaan mangrove dapat menjadi kunci keberhasilan pelestarian mangrove. Upaya ini harus disertai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, misalnya melalui kegiatan silvofishery, pemanenan (seperti: kayu, nira nipah, kepiting bakau, kerang bakau, dan lain-lain) secara lestari serta pengembangan wisata. Isu tsunami dapat menjadi pemicu untuk menggalakkan kembali rehabilitasi hutan mangrove yang rusak di pantai barat
Sumatera dalam rangka meredam efek merusak dari tsunami, mengingat pantai barat Sumatera merupakan jalur gempa yang berpotensi menimbulkan tsunami.


AUTEKOLOGI PURNAJIWA (Euchresta horsfieldii (Lesch.) Benn. (FABACEAE) DI SEBAGIAN KAWASAN HUTAN BUKIT TAPAK CAGAR ALAM BATUKAHU BALI

http://ejournal.unud.ac.id/abstrak/artikel%20sutomo.pdf
REVIEW
Menurut saya artikel tentang hubungan tumbuhan obat purnajiwa yang hidup dihutan dataran bali termasuk dalam kategori penelitian autekologi karena  Autekologi itu sendiri memiliki arti yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya.


Dari hasil Penelitian bahwa Purnajiwa adalah salah satu tumbuhan obat yang hidup di hutan dataran tinggi Bali. Tumbuhan ini dipercaya oleh masyarakat Bali memiliki khasiat sebagai aprodisiak. Kini keberadaannya di alam semakin terancam karena over-eksploitasi dan kerusakan habitatnya di alam. Cagar Alam Batukahu adalah salah satu habitat Purnajiwa yang masih tersisa. Studi pendahuluan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekologi Purnajiwa di habitat alaminya. Purnajiwa ditemukan pada tempat yang ternaungi diantaranya adalah di bawah pohon Laportea sp., Ficus sp., Syzygium zollingerianum, dan Sauraria sp. dengan intensitas penyinaran antara 55-65%. Tumbuh pada kemiringan tanah antara 20-55 % serta ketebalan seresah 3-7 cm dengan pH tanah berkisar antara 6,7-6,8. Sebanyak 16 jenis tumbuhan bawah hidup bersama purnajiwa diantaranya yang cukup dominan adalah Diplazium proliferum (INP = 54,6) dan Oplismenus compositus L. (INP = 40). Hasil dari studi ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kepentingan aklimatisasi konservasi ex-situ dan penelitian budidaya Purnajiwa demi mencegah jenis ini dari kepunahan. 




 

 usya_bio@yahoo.com

Jumat, 30 September 2011

Devinisi sinekologi dan autekologi

Autekologi : Jika Riset yang dilakukan melibatkan 1 spesies saja yang berinteraksi terhadap lingkungan hidupnya.
Sinekologi : Jika Riset yang dilakukan melibatkan 1 populasi yang saling berinteraksi terhadap sesama spesies dan terhadap lingkungan hidupnya


http://endyjung.wordpress.com/ 

Di dalam ekologi tumbuhan ada dua bidang kajian, yaitu Autekologi dan Sinekologi. 
a.    Autekologi, yaitu ekologi yang mempelajari suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya. Contoh autekologi misalnya mempelajari sejarah hidup suatu spesies organisme, perilaku, dan adaptasinya terhadap lingkungan. Jadi, jika kita mempelajari hubungan antara pohon Pinus merkusii dengan lingkungannya, maka itu termasuk autekologi. Contoh lain adalah mempelajari kemampuan adaptasi pohon merbau (Intsia palembanica) di padang alang-alang, dan lain sebagainya.
b.    Sinekologi, yaitu ekologi yang mempelajari kelompok organisme yang tergabung dalam satu kesatuan dan saling berinteraksi dalam daerah tertentu. Misalnya mempelajari struktur dan komposisi spesies tumbuhan di hutan rawa, hutan gambut, atau di hutan payau, mempelajari pola distribusi binatang liar di hutan alam, hutan wisata, suaka margasatwa, atau di taman nasional, dan lain sebagainya.